Paket Biaya Umroh 2022 Terbaru Sesuai Standart Kemenag

Kategori : Artikel Muslim Center, Kemenag, Ditulis pada : 04 Oktober 2022, 04:36:29

Paket Biaya Umroh 2022 Terbaru Sesuai Standart Kemenag

Usai terhenti dua tahun karena pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia kembali membuka perjalanan umroh untuk masyarakat Indonesia. Pemberangkatan jemaah umroh sudah dibuka sejak 8 Januari lalu dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, penyelenggaraan umrah dilaksanakan dengan pengendalian dan pengawasan terhadap kepatuhan protokol keswehatan secara ketat, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi dengan mengedepankan perlindungan dan keselamatan jemaah,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PGHU) Hilman Latief, dikutip dari laman resmi Kemenag.

Terkait biaya, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Kemenag menetapkan biaya umroh 2022 sebesar Rp 28 juta. Namun, harga tersebut belum termasuk biaya untuk tes PCR dan karantina.

Sebelum pandemi Covid-19, mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 777 Tahun 2020, biaya umroh 2020 adalah Rp 26 juta. Artinya, ada penambahan Rp 2 juta untuk tahun ini dibandingkan dengan dua tahun lalu. Selengkapnya, berikut rincian biaya umroh 2022.

Biaya Umroh 

Biaya umroh 2022 juga disesuaikan dengan pihak penyelenggara. Biasanya, travel agent umroh mematok harga berdasarkan fasilitas yang ditawarkan. Semakin lengkap dan memadai fasilitasnya, semakin besar pula biaya yang yang harus dikeluarkan calon jemaah.

Adakah Setiap muslim yang tidak ingin pergi Haji atau Umroh ke tanah suci Makkatul Mukarromah (Baitullah)? Jawabnya pasti semuanya menginginkan pergi kesana, namun masih bingung untuk pergi ke sana.

Apakah cukup dengan keniatan menjalankan ibadah haji atau umroh saja? Atau bisa jadi ada diantara kita semua yang belum mengerti dan mengetahui perbedaan haji dan umroh?

Ayo mari kita bahas tentang pengertian serta perbedaan haji dan umroh sebagai tambahan ilmu dan pengetahuan kita dalam menjalankan ibadah nantinya.

Travelbook sendiri memiliki paket umroh, antara lain:

1. Umroh Akbar Gold Bersama SMJ & UAS dengan harga mulai dari IDR 35.000.000,00

2. Umroh Akbar Platium Bersama SMJ & UAS dengan harga mulai dari IDR 39.000.000,00

3. Umroh Akbar Syekh Muhammad Jaber VIP dengan harga mulai dari IDR 35.000.000,00

4. Umroh Akbar Syekh Muhammad Jaber Reguler dengan harga mulai dari IDR 29.500.000,00

5. Umroh Akbar 12.12 Reguler (Makassar - Madinah) dengan harga mulai dari IDR 35.500.000,00

Pengertian Haji dan Umrah

Sementara itu, pengertian “Haji” sendiri secara etimologis berarti tujuan, maksud dan menyengaja. Pengertian “Haji” Menurut istilah ulama fikih adalah menyengaja mendatangi Ka’bah (Baitullah) untuk menunailkan amalan-amalan tertentu (antara lain Thowaf dan Sa’i).

Atau mengunjungi tempat tertentu pada waktu tertentu untuk melakukan amalan-amalan seperti berkunjung ke Arafah dan Wukuf dimulai setelah tergelincir matahari tanggal 9 Dzulhijjah sampai dengan terbit fajar matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Sedangkan “Umrah” sendiri secara etimologis pengertiannya adalah ziarah. Sementara pengertian umrah menurut istilah ulama fikih adalah sengaja mendatangi Ka’bah untuk melaksanakan amalan tertentu yang terdiri dari thowaf dan, sa’i dan bercukur.

Dari segi waktu, umroh dapat dilakukan pada waktu kapan saja, tanpa melihat hari dan waktu yang sudah disebutkan pada pengertian haji di atas.

Haji merupakan rukun islam yang ke lima. Setiap muslim yang mampu, wajib hukumnya menunaikan ibadah haji. Pendapat haji menurut para ulama didefinisikan menuju ka’bah atau mengunjungi rumah Allah yang dilakukan pada waktu tertentu.

Dari beberapa pengertian di atas, merujuk pada saat melaksanakan amalan waktu tertentu. Yang dimaksud dengan waktu tersebut adalah bulan syawal, dzulkaidah, dzulhijjah dan sepuluh bulan pertama dzulhijjah.

Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan dari Ibnu ‘Umar :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم «بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Nabi SAW bersabda. "Islam itu didirikan atas lima perkara. Yaitu, bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah bagi yang mampu melakukannya." (mutafaqun alaih).

Dasar Hukum Haji dan Umrah

Dasar hukum ibadah haji dan umrah ialah Al-Qur'an Surah Al Imrán, 3: 97, Al-Baqarah, 2: 196-197, dan Al-Hajj. 22: 27-28.

Dalam Surah Al Imran. 3: 97 Allah SWT berfirman :

والله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا ومن كفر فإن الله عني عن العلمين ال عمران : ۹۷

Artinya: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Al Imran, 3: 97)

Hadis yang dijadikan dasar hukum ibadah haji cukup banyak. Selain hadis tentang rukun Islam yang telah disebutkan sebelumnya, juga bisa didapatkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah sebagaimana berikut:

"Rasulullah SAW berkhotbah kepada kami. Beliau bersabda, "Wahai manusia. Allah telah memfardukan haji bagi kamu, maka laksanakanlah. Kemudian seorang bertanya. Apakah haji itu dikerjakan setiap tabun, wahai Rasulullah Rasulullah SAW kemudian diam, sampai-sampai lelaki itu mengulangi pertanyaannya tiga kali. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Kalau saya katakan benar, pasti akan wajib tiap tahun, tetapi kalian tidak akan mampu."

(H.R. Ahmad Bin Hanbal. Muslim, dan An-Nasai)

Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis tersebut, ulama fikih sepakat bahwa hukum menunaikan ibadah haji adalah fardu 'ain bagi setiap Muslim/Muslimah yang telah memenuhi syarat wajibnya.

Itulah beberapa pembahasan tentang perbedaan haji dan umroh. Buat kamu yang sangat ingin bisa berhaji, semoga segera dimudahkan mendapatkan rezeki yang barokah dan bisa segera menunaikan haji.

Syarat wajib umrah menjadi informasi utama yang perlu diketahui oleh setiap Muslim. Terutama bagi mereka yang berencana untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Umrah adalah ibadah berkunjung ke Baitullah yang dianjurkan dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, umrah juga menjalankan tawaf, sa'i, dan bercukur demi mengharap ridha Allah SWT.
Ibadah ini juga sering disebut sebagai haji kecil. Menurut bahasa memiliki makna ziarah. Sedangkan secara syar’i dan terminologi fiqih, umrah memiliki artian mengunjungi Makkah untuk melaksanakan ibadah (seperti thawaf dan sa’i) dengan melakukan tata cara tertentu.

Dalil tentang Umrah disebutkan dalam Al Quran, Surat Al Baqarah ayat 158. Allah SWT berfirman:

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَاۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ

Artinya: Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i di antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah: 158)
Selain itu, juga ditegaskan dalam Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 196, Allah SWT berfirman:

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah” (Al Baqarah : 196)

Sedangkan hadits mengenai umrah diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
"Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga." (HR al-Bukhari dan Muslim).

Lantas apa saja syarat wajib umrah yang harus dipenuhi sebelum melaksanakannya. Dilansir iNews.id dari Travel Umroh pada Kamis (7/7/2022), berikut ini adalah beberapa syarat wajibnya.

Syarat Wajib Umrah

1. Beragama Islam

Syarat wajib umrah yang pertama dan mutlak adalah beragama Islam. Secara spesifik, maksudnya beragama Islam adalah setidaknya telah bersyahadat.

Tidak diperkenankan bagi seorang yang bukan muslim untuk menunaikan ibadah umrah karena sudah jelas tidak memenuhi syarat. Atau bisa dikatakan, tidak bisa disebut umrah jika dilakukan oleh seorang yang bukan islam.

Bagi Sahabat yang beragama Islam, tentu boleh melaksanakan ibadah ke Tanah Suci. Dengan adanya syarat wajib Umrah ini, maka tidak sah hukumnya bagi umat agama lain untuk melaksanakan ibadah Umrah ke Tanah Suci.

2. Baligh (Dewasa)

Baligh adalah istilah dalam Islam untuk menyatakan bahwa seseorang telah mencapai kedewasaan. Masa baligh ini ditandai dengan kedewasaan secara fisik. Selain itu, ini juga berarti bahwa seorang muslim harus sudah bisa membedakan mana yang baik atau benar dan yang tidak.

3. Berakal Sehat

Syarat wajib berikutnya adalah berakal sehat. Maksudnya di sini adalah waras atau tidak gila atau mengalami gangguan jiwa.

Tidak bisa disebut umrah jika hal itu dilakukan oleh seorang yang mengalami gangguan jiwa sekalipun tergolong orang yang mampu.

4. Mampu

Dalam hal ini, yang dimaksud dengan mampu adalah seorang muslim harus memiliki kemampuan baik secara fisik (sehat jasmani dan rohani), dan juga mampu secara finansial atau ekonomi.

5. Merdeka

Syarat yang terakhir adalah Merdeka, maksudnya di sini adalah bukan dari salah seorang dari hamba sahaya (budak). Pasalnya, ibadah umroh ini memerlukan waktu dan proses yang cukup panjang sehingga dikhawatirkan dapat membuat kepentingan tuannya akan terbengkalai.

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Umrah

Menurut Imam Syafi'i dan Imam Hambali, menunaikan ibadah umrah hukumnya bisa wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Sedangkan menurut Imam Hanafi dan Imam Malik, menunaikan ibadah umrah hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.

Berdasarkan hukum dan waktu pelaksanaannya, umrah terbagi menjadi dua yaitu:

a. Umrah wajib, yaitu umrah yang dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji dan dilaksanakan pada batas waktu haji (bulan-bulan haji). Selain itu, termasuk umrah wajib adalah umrah nazar atau yang sebelumnya sudah dinazarkan.

b. Umrah sunnah, yaitu umrah yang dilaksanakan sewaktu-waktu atau kapan saja di luar batas waktu haji (bulan-bulan haji).

Demikian pembahasan mengenai syarat wajib umrah yang perlu diketahui. Penting dicatat bahwa tidak bisa dikatakan umrah jika salah satu syarat wajib tersebut tidak terpenuhi.

A. Rukun umroh

1. Ihram dan berniat memulai umroh

Ihram adalah memakai pakaian tidak berjahit dan tidak mengenakan penutup kepala bagi laki-laki. Bagi perempuan, ihram adalah memakai pakaian apa saja asal menutup aurat dan dilarang mengenakan penutup muka serta kaos tangan.

Setelah ihram, jamaah wajib berniat umroh dan mengambil miqat di tempat yang ditentukan. Pengambilan miqat untuk jamaah Indonesia biasanya di Bir Ali, Dzul Hulaifah dan Tan'im. Setelah ihram, jamaah wajib menjauhi semua larangan yang ditentukan.

2. Tawaf

Rukun kedua ini adalah hawaf adalah mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali. Putaran dimulai di Hajar Aswad dengan arah melawan jarum jam. Sehingga saat thawaf, Kakbah selalu berada di sebelah kiri jamaah.

Doa yang dibaca saat tawaf bebas sesuai harapan tiap muslim. Setalah selesai mengelilingi Kakbah disunnahkan salat di belakang Maqam Ibrahim. Saat tawaf, jamaah dilarang berdesak-desakan atau mengganggu orang lain.

3. Sa'i

Di rukun yang ketiga ini, jamaah umroh berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwa. Sa'i sebaiknya dilakukan bersambung dengan tidak diselingi ngobrol, ke kamar mandi, atau kegiatan lain.

4. Tahallul

Usai thawaf dan sa'i, jamaah wajib menutup umroh dengan tahallul. Di tahap ini, jamaah mencukur sebagian rambut. Jamaah pria biasanya ada yang memilih botak, sedangkan wanita memilih mencukur sedikit rambut di balik hijab.

5. Tertib

Tiap jamaah wajib melakukan semua rukun umroh sesuai urutan, tanpa ada yang terlewat. Semua kegiatan dilakukan dengan tenang, antri, tanpa mengganggu ibadah dan kenyamanan jamaah lain.

B. Rukun umroh dan haji apa bedanya?

Haji adalah ibadah wajib bagi muslim yang telah mampu. Mereka yang menunda padahal sudah bisa melakukannya dianggap dosa, berbeda dengan umroh yang menjadi ibadah sunnah.

Rukun haji beda dengan umroh meski sekilas terlihat sama. Perbedaannya adalah kewajiban hadir di Padang Arafah di waktu yang telah ditentukan. Yaitu mulai tergelincir matahari pada tanggal 9 bulan haji sampai terbit fajar tanggal 10 bulan haji.

Berikut rukun haji selengkapnya:

1. Ihram

2. Hadir di Padang Arafah

3. Tawaf

4. Sa'i

5. Tahallul

6. Tertib.

Tata cara umroh sesuai urutannya dan hal-hal yang harus diperhatikan
‘ahdika wat tiba’an li sunnati nabiyyika muhammadin shallahu ‘alaihi wa sallam.”

Artinya: “Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah! Dengan beriman kepada-Mu, membenarkan Kitab-Mu (Al-Qur’an), setia kepada janji-Mu dan dengan mengikuti Sunnah Nabi-Mu (aku berthawaf di sekeliling Ka’bah ini).”

7. Melaksanakan salat Sunnah di makam Nabi Ibrahim Alaihissalam

Selanjutkan kamu juga disunahkan untuk melakukan salat dua rokaat di belakang makam Nabi Ibrahim Alaihissalam bila memungkinkan atau bisa melakukan salat di manapun asalkan masih di areal Masjidil Haram.

8. Tata cara umroh juga wajib melaksanakan Sa’i

Setelah selesai melakukan tawaf di Ka’bah, lalu melanjutkan dengan melaksanakan Sa’i dari Shafa dan Marwa sebanyak tujuh kali dan berakhir di bukit Marwa.

Momen ini mengingatkan kita pada kisah Siti Hajar istri dari Nabi Ibrahim yang berlari-lari di antara bukit Shafa dan Marwa untuk mendapatkan setitik air (air zam-zam) untuk anaknya Nabi Ismail Alaihissalam.
Adapun saat melakukan ibadah Sa’i disertai dengan doa Sa’i berikut ini:

‘Ibda’ bima bada’allah’

Artinya: “Mulailah dengan apa yang dimulai oleh Allah.”

Dan juga perbanyak doa berikut ini:

“La ilaha illallah wahdahu la syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir, la ilaha illallah wahdahu anjaza wa’dah wa nashara ‘abdah wa hazamal ahzaba wahdah.”

Artinya:“Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, Pemilik kerajaan dan pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada tuhan selain Allah semata, Dia melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan bala tentara musuh sendirian.”

9. Tahalul (Mencukur Rambut)

Tahalul merupakan tata cara umroh yang terakhir, ditandai dengan mencukur rambut. Bagi kaum Adam dianjurkan untuk mencukur gundul rambutnya, sedangkan untuk wanita cukup dengan mencukur rambut kira-kira seujung jari.

10. Tertib

Jika sudah sesuai dengan rukun dan tata cara umroh yang dianjurkan Rasululloh, insyallah ibadahmu sudah sempurna.

Dengan selesainya melakukan tahalul dan ibadah lainnya, berarti selesai sudah pelaksanaan tata cara umroh-mu yang diharapkan bisa dilaksanakan dengan sempurna. Dengan begini, ibadahmu bisa afdal serta semakin mempertebal keimanan kepada Allah Subhanahuwatta’ala.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id