Keutamaan ibadah Puasa Ramadhan

Kategori : Edukasi Umroh & Haji, Ditulis pada : 12 April 2023, 10:39:05

Keutamaan Ibadah Puasa Ramadhan di Tanah Suci Mekkah

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang diistimewakan dalam Islam, betapa tidak, segala amal ibadah yang dilaksanakan pada bulan tersebut mendapatkan pahala berlimpah. Jadi tidak mengherankan jika banyak orang Islam yang berlomba-lomba untuk melaksanakn ibadah bulan Ramadhan di tanah suci Makkah. Melewatkan bulan yang penuh berkah di tanah suci ibaratnya berada pada sebaik-baik waktu dan di sebaik-baik tempat.

Makna Puasa

Sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu makna kata Puasa.

Secara etimologi puasa berarti menahan atau mencegah dalam arti yang luas. Seperti menahan/ puasa bicara, puasa makan, puasa minum, puasa bekerja, dan sebagainya. Pada makna ini, al-Qur’an menggunakan istilah shaum (الصوم).

Secara terminologi, puasa berarti menahan diri dari segala hal yang ditentukan oleh syariat islam dari terbit fajar sampai terbenam matahari, berdasarkan aturan dan syarat tertentu. Inilah yang dimaksudkan dalam pengertian ibadah baik puasa wajib ataupun sunnah. Pada makna ini, al-Qur’an menggunakan istilah shiyam (الصيام)

Puasa Bagian dari Rukun Islam

Rukun berarti pondasi yang mengokohkan tegaknya suatu bangunan. Puasa merupakan satu di antara lima rukun yang mengokohkan pondasi Islam disamping syahadat, shalat, zakat, dan haji. Kelima pondasi ini dikenal dengan rukun Islam. Kuatnya keislaman seorang muslim akan ditentukan oleh kesungguhannya dalam menunaikan lima pondasi tersebut.

Esensi Puasa

Puasa ditujukan untuk membentuk karakter muslim bertakwa, yaitu muslim yang terpelihara dari segala dorongan perbuatan negatif. Keadaan inilah yang melahirkan kepribadian mulia yang terpancar dari pikiran, tutur, dan prilakunya. Esensi ini dalam al-Qur’an diungkapkan dengan kalimat yang singkat dan padat, la’allakum tattaquun (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ), agar kalian bertakwa.

Dalil Puasa Ramadhan

Kewajiban puasa Ramadhan ditetapkan pada hari Senin di bulan Sya’ban tahun kedua Hijrah, yaitu dengan turunny firman Allah swt berikut :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa”. (QS A-Baqarah :183)

Juga hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu :

يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. [رواه مسلم]

Artinya: “… Ya Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam”, maka bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan engkau berhaji ke Baitullah  jika engkau mampu menempuh perjalanan ke sana”.” [HR. Muslim]

Keistimewaan Ramadhan

Di antara keistimewaan bulan Ramadhan adalah :

-Bulan Ramadhan bulan diturunkannya al-Qur’an dan waktu terjadinya lailatul qadar

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَا نِ

Artinya : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)……..” (QS Al-Baqarah : 185)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”. (QS. Al-Qadar :1)

-Pada bulan Ramadhan Allah hadirkan pahala berlipat atas setiap amal baik yang dikerjakan, di samping luasnya maghfirah dan keberkahan yang ditawarkan

poster .jpg

 

Keutamaan ibadah puasa di Mekkah

Tak mengherankan, jika kepadatan Masjidil Haram di bulan Ramadhan lebih ramai dibanding waktu bulan haji. Hal itu disebabkan mereka yang beri’tikaf di Masjidil Haram Masjid Nabawi. Sebenarnya apa fadhilah dan keutamaan yang mereka dapatkan ketika berada di Tanah Suci ketika Bulan Ramadhan?

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mendapati bulan Ramadhan di Makkah, lalu berpuasa secara utuh dan melakukan shalat malam pada beberapa malamnya, maka Allah akan mencatat untuknya seratus ribu bulan Ramadhan selain di Makkah. Dia juga akan mencatat satu kebajikan tiap siang hari, dan satu kebajikan tiap malam hari.”

“Allah akan memberi pahala sama dengan pahala memerdekakan seorang budak tiap siang hari, dan seorang budak lagi tiap malam hari, juga dua barang bawaan kuda di jalan Allah tiap siang hari dan dua barang bawaan kuda di jalan Allah tiap malam hari.”

Di antara amalan yang memiliki pahala berlipat ganda adalah memperbanyak shalat di dua tempat suci, yaitu di Masjid al-Haraam dan Masjid Nabawi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ

Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada 1000 shalat di masjid lainnya kecuali di Masjid al-Haraam. Shalat di Masjid al-Haraam lebih baik daripada 100.000 shalat di masjid yang lain.” (Shahih. HR. Ahmad).Dikutip dari travelumrohalhijaz

Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa 

Puasa adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh setiap muslim yang mampu. Puasa memiliki banyak manfaat, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Namun, agar puasa kita diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, kita harus memenuhi syarat-syarat wajib dan syarat-syarat sah puasa.

Syarat wajib puasa adalah syarat yang harus ada pada diri seseorang agar ia diwajibkan untuk berpuasa. Syarat wajib puasa adalah:

1.Islam

Hanya orang yang beragama Islam yang diwajibkan untuk berpuasa. Orang yang tidak beragama Islam tidak perlu berpuasa dan tidak akan mendapatkan pahala dari puasa.

2.Baligh

Baligh adalah mencapai usia dewasa secara fisik dan mental. Orang yang sudah baligh diwajibkan untuk berpuasa. Orang yang belum baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa, tetapi dianjurkan untuk melatih diri berpuasa sejak kecil agar terbiasa.

3.Berakal

Berakal adalah memiliki kemampuan untuk membedakan antara baik dan buruk, halal dan haram, serta kewajiban dan larangan. Orang yang berakal diwajibkan untuk berpuasa. Orang yang tidak berakal, seperti orang gila atau orang yang hilang ingatan, tidak diwajibkan untuk berpuasa.

4.Sehat

Sehat adalah tidak memiliki penyakit atau gangguan kesehatan yang menghalangi atau membahayakan puasa. Orang yang sehat diwajibkan untuk berpuasa. Orang yang sakit, seperti orang yang demam, orang yang menderita penyakit kronis, atau orang yang hamil atau menyusui, boleh tidak 3di hari lain atau membayar fidyah jika tidak mampu mengganti

5.Mukim

 Mukim adalah tinggal di suatu tempat secara menetap atau lebih dari dua hari. Orang yang mukim diwajibkan untuk berpuasa. Orang yang safar, yaitu bepergian jauh lebih dari 80 km atau dua marhalah, boleh tidak berpuasa jika perjalanannya melelahkan atau menyulitkan puasanya. Namun, ia harus mengganti puasanya di hari lain.

Syarat sah puasa adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang agar puasanya diterima oleh Allah SWT dan tidak batal. Syarat sah puasa adalah

1.Niat.

Niat adalah keinginan hati untuk melakukan sesuatu karena Allah SWT. Niat harus dilakukan sebelum fajar atau sebelum imsak pada setiap hari puasa. Niat bisa dilakukan secara lisan atau dalam hati saja. Niat bisa bersifat umum atau khusus. Contoh niat umum adalah: “Saya niat puasa Ramadhan karena Allah SWT”. Contoh niat khusus adalah: “Saya niat puasa sunnah Senin-Kamis karena Allah SWT”.

2.Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.

Hal-hal yang membatalkan puasa adalah:
-Makan dan minum secara sengaja.
-Berhubungan intim dengan pasangan.
-Mengeluarkan mani dengan sengaja, seperti onani atau mimpi basah.
-Haid dan nifas bagi wanita.
-Muntah secara sengaja.
-Menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh yang bersifat makanan atau obat.
-Menyengaja masuknya sesuatu ke dalam rongga tubuh, seperti asap rokok, debu, air liur, atau darah.

Orang yang melakukan salah satu hal di atas secara sengaja harus mengganti puasanya di hari lain dan membayar kaffarah jika hal tersebut termasuk dosa besar, seperti makan makan atau minum. Orang yang melakukan salah satu hal di atas secara tidak sengaja tidak perlu mengganti puasanya dan tidak perlu membayar kaffarah, tetapi harus segera berhenti dari hal tersebut dan melanjutkan puasanya.dikutip dari an-nur.ac.id

poster .jpg

Amalan Sunnah Saat Puasa Ramadhan Yang Dianjurkan

1. Salat atau Ibadah Malam

Jangan sampai melewatkan rutinitas salat malam ketika bulan Ramadan. Karena amalan bulan Ramadan ini jika dikerjakan di bulan lainnya saja juga bernilai pahala besar.

Melansir dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, sebuah amalan di bulan lainnya yang dikerjakan di bulan Ramadan bernilai pahala yang berkali lipat.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang pada bulan itu (Ramadan) mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya.

Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya," (HR. Bukhori-Muslim).

Ibadah malam ini bisa dengan salat tahajud yang dilakukan sepertiga waktu dini hari.

2. Berpuasa Jika Mampu 

Pada bulan Ramadan, puasa menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan oleh semua kaum muslim yang mampu.

Setiap amalan di bulan Ramadan akan dilipatkan mulai dari 10 kali lipat hingga 700 kali lipat kecuali puasa. Sebab, Allah SWT sendiri yang akan membalasnya.

Untuk membahas amalan bulan Ramadan ini, Rasulullah SAW bersabda:

”Barang siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka Allah akan menghapuskan dosanya yang telah lalu,” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Buka Puasa dengan Makanan Manis

Disunahkan untuk melakukan amalan bulan Ramadan dengan berbuka makan-makanan yang manis, air hangat, dan susu.Ali bin Abi Thalib pun menyukai berbuka puasa dengan minuman susu.

Iman Ja’far ash shidiq berkata bahwa Rasulullah SAW apabila berbuka puasa, biasanya beliau memulai dengan memakan yang manis-manis.Jika tidak ada, maka beliau berbuka puasa dengan memakan gula atau kurma.Bahkan bila semua itu tidak ada, beliau berbuka puasa dengan meminum air hangat.

4. Segera Salat Magrib setelah Membatalkan Puasa

Disunahkan juga mendahulukan salat fardu Magrib sebelum berbuka puasa atau makan besar. Kecuali, apabila ada orang yang menunggu makan bersama.Kesempatan yang besar untuk meraih pintu surga ini mungkin tidak datang dua kali, lho.

Karena tidak ada yang bisa mengetahui apakah masih memiliki umur untuk kembali bertemu dengan Ramadan tahun depan.Bentuk rasa syukur bisa ditunjukan dengan melaksanakan amalan bulan Ramadan terbaik.

5. Fokus Beribadah di 10 Hari Terakhir

Pada 10 hari terakhir Ramadan, Allah SWT menjanjikan akan memberikan ampunan kepada umat Islam yang beribadah.

Selain menjalankan sunah, amalan bulan Ramadan ini bisa menunjukkan keseriusan dari hari-hari sebelumnya.Sehingga, bisa memberikan amalan bulan puasa yang terbaik menjelang berakhir.

Menjelaskan hal ini, dalam salah satu hadis Rasulullah SAW bersabda:“Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya,” (HR Muslim).

6. Iktikaf atau Berdiam Diri

Amalan bulan Ramadan ini terkait dengan akan jatuhnya malam Lailatul Qadar. Ini akan terjadi pada satu malam di antara 10 hari terakhir Ramadan.Iktikaf atau berdiam diri di masjid dengan tujuan ibadah, tentu saja akan mendapat pahala yang sangat besar.Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:

“Aku pernah melakukan itikaf pada sepuluh hari Ramadan yang pertama. Aku berkeinginan mencari Lailatul Qadar pada malam tersebut.Kemudian aku beriktikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa Lailatul Qadar itu di sepuluh hari yang terakhir.

Siapa saja yang ingin beritikaf di antara kalian, maka beriktikaflah.’ Lalu di antara para sahabat ada yang beriktikaf bersama beliau,” (HR Bukhari).

7. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Setiap malam ganjil terakhir yang diisyaratkan sebagai malam Lailatul Qadar, disunahkan memperbanyak ibadah, dzikir, dan membaca Alquran.Namun, amalan yang paling utama di malam ini adalah memperbanyak salat.Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barang siapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (HR Bukhari).

Lailatul Qadar merupakan seribu malam yang datang pada tanggal-tanggal ganjil di akhir bulan Ramadan. Seringnya, ini malam yang paling diharapkan adalah malam ke 27.

Sesungguhnya, satu amal saleh yang dikerjakan pada bulan Ramadan, lebih baik daripada yang dikerjakan selama seribu bulan.

8. Membaca Kitab Alquran

Amalan bulan Ramadan ini tentunya juga sebaiknya dilakukan di bulan-bulan lainnya.Namun, tentunya akan mendatangkan kebaikan lebih jika dilakukan di bulan Ramadan.Allah SWT berfirman:

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Alquran.Ini sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil),” (QS. Al Baqarah: 185).

Selain itu, dalam sebuah hadis Ibnu ‘Abbas RA pernah berkata:

“Dahulu malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah SAW pada setiap malam Ramadan, dan selanjutnya ia membaca Alquran bersamanya,” (HR Bukhari).Membaca Alquran di bulan Ramadan ini berbeda dengan di hari-hari lainnya.

Melansir laman Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, dijelaskan dalam sebuah hadis mengenai dilipatgandakannya pahala ketika membaca Alquran di bulan Ramadan.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan.Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya.

9. Salat Tarawih

Salat Tarawih adalah ibadah sunah yang dikerjakan hanya pada malam bulan Ramadan.Mengenai hal ini, dalam salah satu hadisnya Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Sesungguhnya Allah telah menfardukan puasa Ramadan dan Aku telah mensunahkan salat di malam harinya.Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dan salat di malam harinya karena iman dan mengharap pahala dan rida dari Allah.Maka, keluarlah dosanya sebagaimana pada hari dia dilahirkan oleh ibunya,” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

Amalan bulan Ramadan ini istimewa karena tidak dilakukan di bulan lainnya.

10. Umrah pada Bulan Ramadan

Melaksanakan umrah di bulan yang suci ini memang sangat berbeda. Umrah pada saat bulan Ramadan pahalanya seperti melaksanakan Haji. Rasulullah SAW Bersabda:

"Umrah pada bulan Ramadan menyerupai haji," (HR. Al-Bukhari dan Muslim).Selama umrah, amalan-amalan yang dilakukan pun akan berlipat ganda pahalanya.Demikian amalan bulan Ramadan yang bisa dilakukan untuk memperbanyak pahala dan keberkahan.

poster .jpg

 

Nah Sekian Tentang Edukasi Tentang Keutamaan Ibadah Puasa Ramadhan di Tanah Suci Mekkah jika sahabat ada yang berminat untuk menjalankan ibadah puasa di tanah suci Mekkah ,Tapi sahabat bingung untuk mempercaya’i agen Travel Aman,Cepat,Mudah,Terpercaya.Sahabat Bisa Menggunakan Travel kami.Untuk Info Lengkapnya Sahabat Bisa Kunjungi Ke Website Kami Atau Bisa Hubungi Ke Nomor 0819 2928 9999

 

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id