Al-Quran Mukjizat Yang Terjaga
Al-Qur’an kitab suci yang yang sempurna, kesempurnaannya melebihi seluruh kitab samawi, apalagi kita agama ardhi. Al-Quran mencakup semua aspek kehidupan, tak ada yang tertinggal. Al-Qur’an sudah sempurna, tidak perlu penambahan atau pengurangan sehuruf pun. Siapa yang mendalami Al-Qur’an, pasti merasa ingin mengetahui lebih dalam kandungan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ , sebagai mukjizat. Mukjizat yang luar biasa, diluar batas kemampuan manusia. Salah satu bukti Al-Qur’an bukan karya manusia terpelihara lafadz dan maknanya. Surah, Ayat, bahkan huruf nya tidak akan berubah. Allah Ta’ala yang menjaga keaslian Al-Qur’an. Sekiranya golongan Jin dan Manusia berkumpul untuk membuat satu ayat semisalnya saja, hasilnya pasti nihil. قُلْ لَّٮِٕنِ اجۡتَمَعَتِ الۡاِنۡسُ وَالۡجِنُّ عَلٰٓى اَنۡ يَّاۡتُوۡا بِمِثۡلِ هٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لَا يَاۡتُوۡنَ بِمِثۡلِهٖ وَلَوۡ كَانَ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ ظَهِيۡرًا “Katakanlah, "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain." ( Al-Isra’[17] : 88 ) Ayat di atas semakin menguatkan kedudukan Al-Qur’an sebagai kitab suci dan bukan karya Muhammad sebagaimana yang dituduhkan oleh orang kafir. Rasulullah ﷺ bukan mengarang Mungkin Anda pernah mendengar sastrawan terhebat yang pernah ada di jazirah arab bernama Al-Walid Ibnu Mughirah. Al-Walid adalah sastrawan ternama di Jazirah Arab yang hampir tak tersaingi. Ibnu Mughirah diutus oleh kafir Quraisy untuk menemui Rasulullah dan meminta Rasulullah menghentikan dakwahnya, Tawaran ini tidak main-main. Jika Rasulullah mau menghentikan dakwah, beliau akan di beri harta, tahta, dan semua apa yang beliau inginkan sebagai gantinya. Namun apa yang terjadi? Saat Al-Walid Ibnu Mughirah datang menemui Rasulullah, ternyata Rasulullah sedang tilawah Al-Qusurah Al-Fushilat ayat 1-5. {حم (1) تَنزيلٌ مِنَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (2) كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (3) بَشِيرًا وَنَذِيرًا فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ (4) وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَ (5) } “Ha Mim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (darinya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan. Mereka berkata, “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungghnya kami bekerja (pula).” Mendengarkan bacaan Rasulullah, Al-Walid Ibnu Mughirah tidak mampu berkata-kata di hadapan Rasulullah ﷺ .Perasaannya campur aduk Hati dan hawa nafsunya bertentangan. Hatinya meyakini kebenaran apa yang didengarnya namun hawa nafsunya menolak. Al-Walid kembali ke kaumnya tanpa sepatah kata pun. Melihat Al-Walid yang murung kaumnya merasa gundah. Selang beberapa saat, al-Walid menceritakan hasil pertemuannya dengan Rasulullah, dia berkata, “Aku belum pernah mendengar kata-kata seindah itu seumur hidupku! Itu buka syair, bukan kata kata ahli tenung. Sesungguhnya Al-Qur’an itu bagaikan pohon yang daunnya rindang, akya nya terhujam kedalam tanah, susunannya manis dan enak didengar. Itu bukan perkataan manusia, ianya tinggi dan tiada yang lebih tinggi daripadanya.” Perkataan Al-Walid Ibnu Mughirah ini membuat sastrawan lain terdiam. Mka merasa tidak percaya diri karena Al-Walid, sang sastrawan hebat saja mengagumi Al-Qur’an. Sungguh Al-Qur’an kitab suci yang menakjubkan. Al-Qur’an Allah Ta’ala turunkan dengan uslub yang tinggi, tidak akan tersaingi oleh karya sastrawan hebat manapun. Gaya bahasa Al-Qur’an membuat kafir Quraisy tertunduk saat mendengarkan lantunan Al-Qur’an. Al-Qur’an satu-satunya kitab yang dipelihara langsung oleh Allah Ta’ala. Usaha-usaha islamphobia utnuk mengubah atau memalsukan Al-Qur’an tidak mungkin akan berhasil. Melalui penghafal Al-Qur’an Allah Ta’ala menjaga keutuhan kitab suci-Nya Tingginya kesadaran ummat islam untuk menghafalkan Al-Qur’an semakin mengokohkan Al-Qur’an sebagai kitab suci yang paling banyak di hafal. Kaum muslimin menghafalkan ayat demi ayat, surah demi surah, juz demi juz kemudian menyimpannya di dada mereka. Sehingga mustahil bagi mereka yang anti islam untuk mengubah atau memalsukan AlQur’an
“Orang orang yang tidak punya hafalan Al-Qur’an sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.” |