MENGHAFAL ITU MUDAH
MENGHAFAL ITU MUDAH
Sebagian besar ummat islam beranggapan bahwa penghafal Al-Qur’an itu susah. Diantara penyebabnya: Pertama, mereka belum meyakin ayat Allah yang menegaskan kemudahan Al-Qur’an. Kedua, belum pernah serius menghafalkannya. Biasanya, yang mengatakan bahwa menghafal itu susah, mereka belum pernah menghafal atau pernah menghafal tapi tidak serius, alias hanya coba coba. Lantas ketika mendapatkan sedikit kesulitan, mereka langsung berhenti menghafal, lalu menyatakan bahwa menghafal itu susah.
Padahal, nikmatnya menghafal itu justru di saat ada sedikit kesulitan, karena itulah kesempatan Anda untuk lebih banyak membaca, mengulang, dan mendalami maknanya. Orang yang merasakan nikmatnya menghafal biasanya ingin menikmati hafalannya lebih lama. Ibarat makan, ia tidak terburu buru untuk mengakhiri hidangannya.
Al-Qur’an adalah kitab suci yang paling mudah dipelajari dan dihafal. Salah satu buktinya adalah al-Qur’an merupakan satu-satunya kitab yang paling banyak di hafal manusia di dunia. Ini selaras dengan firman Allah ta’ala dalam al-Qur’an,
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qomar[54]: 17)
Ayat diatas Allah Ta’ala awali dengan ta’kid(penguat) dan di ulang empat kali dalam satu surah, ini menunjukkan betapa seriusnya Allah Ta’ala menyampaikan bahwa Al-Qur’an benar benar mudah diingat atau dihafal. Yang lebih menarik pada ayat di atas adalah Allah ta’ala tidak hanya memudahkan surah atau ayat tertentu, tapi menyebutkan Al-Qur’an secara utuh. Itu artinya tidak ada surah atau ayat yang sulit, semuanya mudah dihafalkan.
Muna al-ulaiwah bercerita dalam buku Qishalati fi Hifzhil Qur’an tentang seorang ayah yang anaknya dalam proses menghafal Al-Qur’an. Si Ayah bercerita bahwa hafalan anak nya sangat bagus. Si anak menyetorkan hafalan dengan lancar ke gurunya. Hal ini berlangsung setiap hari dan ia berhasil menghafal Juz 28 dan Juz 29. Si anak bertanya kepada Ayahnya, “ Ayah, sebaiknya aku memulai hafalan ini dari depan atau belakang?” Ayahpun menjawab “ Dari belakang saja nak, karena surah Al-Hadid itu susah.”
Anaknya oun mengikuti sarra ayahnya dan menjalani setoran hafalannya dengan lancar. Namun apa yang terjadi ? Ketika ia sampai pada surah al-Hadid ia mengalami kesulitan membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan untuk menyelesaikannya. Padahal biasanya ia hanya membutuhkam waktu1-3 Hari. Hal ini dikarenakan dalam benak si anak telah terekam bahwa surat itu sulit dihafal. Akhirnya, Apa yang difikirannya pun menjadi kenyataan.
Anggapan bahwa menghafal Al-Qur’an itu sulit adalah salah besar. Seorang muslim wajib meyakini bahwa menghafal itu mudah, Allah Ta’ala berjanji memudahkan Al-Qur’an. Ketika Allah Ta’ala menjamin kemudahan menghafal Al-Qur’an, tidak ada satu pun makhluk pun yang mampu mempersulitnya. Orang beriman pasti yakin dengan janji Allah Ta’ala yang menjamin kemudahan Al-Qur’an. Tidak ada sedikitpun keraguan alam dadanya. Sebab, ragu dengan janji-Nya artinya sama saja dengan menuduh Allah tidak mampu memenuhi janji-Nya.
Karena itu janganlah sekali-kali berfikir bahwa menghafal itu sulit. Pola pikir sangat berpengaruh pada proses menghafal. Anda justru akan mengalami kesulitan , Demikian pula sebaliknya bila anda berfikir menghafal itu mudah, insya allah anda akan menemukan kemudahan. Jauhkan dari benak anda anggapan tentang sulitnya menghafal, tanamkan keyakinan bahwa menghafal itu sangat mudah.
Bayangkan Al-Qur’an yang 30 juzitu hanya kumpula nsurah, kemudian surah adalah kumpulan ayat, ayat demi ayat adalah kumpulan huruf. Jangan berfikirtentang ketebalan Al-qur’an, jumlah juz, surah atau ayatnya yang ada 6236 ayat. Kalau itu yang anda fikirkan bukan tidak mungkin Anda akan semakin menunda dan terus berfikir bahwa menghafal itu berat. Ujung-ujungnya seumur hidup anda tidak akan mulai menghafal.
Mulailah saat ini, enyahkan sejauh mungkin anggapan bahwa menghafal itu sulit. Allah tidak mungkin ingkar janji. Tidak ada satu surah atau bahkan satu ayat pun yang Allah ta’ala persulit. Seandainya Anda menemukan sedikit kesulitan dalam menghafal. Maka itu buka nberasal dari allah Ta’ala mempersulit. Bisa jadi kendala kecil itu tanda kasih sayang Allah Ta’ala yang ingin melipat gandakan pahala Anda. Seperti yang kita ketahui, setiap huruf Al-Qur’an ada nilai pahalanya di sisi Allah Ta’ala. Terus nikmati, jangan menyerah hanya karena satu kesulitan akan diganti dengan banyak kemudahan.
Menghafal Al-Qur’an tidak seperti membaca tumpukan buku tebal yang menakutkan. Kemudahan menghafal al-Qur’an telah digaransi oleh allah Ta’ala. Garansi kemudahan al-Qur’an allah berikan kepada siapa saja yang mau berusaha menghafal, baik orang itu cerdas atau tidak, miskin atau kaya. Semuanya berhak menjadi hafizh Al-Qur’an, Tinggal mau atau tidak.
“Itulah ayat ayat Allah yang kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; Maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) allah dan keterangan keterangan-Nya.”(Al-Jatsiyah[45]: 6)