Allah Kabulkan Semua Doa Ibu Ini Dasyatnya Perjalanan Umroh

Kategori : , Ditulis pada : 05 Oktober 2022, 11:48:11

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, sahabat semua dan juga para jamaah yang berada ataupun di rumah dan lain-lain gitu ya alhamdulillah Welcome back to podcastnya travelbook pergi Umroh semudah belanja online. Oke sahabat semua para jamaah Semua ustadz dan juga Ustadzah Alhamdulillah perkenalkan saya Liza Fazira host anda hari ini. Nah teman-teman yang dirahmati Allah alhamdulillah nih Liza hari ini ditemani sama bunda Sholihah nan cantik gitu Ya Masya Allah Bunda siap diundang bersama kami ini Assalamualaikum Bunda.”

“Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatu.”

“Masya Allah Bunda jauh-jauh nih Masya Allah Alhamdulillah Terima kasih bunda sudah memenuhi undangan kami dan perlu diketahui nih Bunda ini beliau sudah menjadi jamaah dan juga menjadi agent yang wow Masya Allah nih. Katanya tadi cerita-cerita banyak nih Bunda ya yang langsung respon dan lain-lain Masya Allah banget. Bunda boleh kenalan sama pemirsa semua dengan namanya siapa dan domisilinya di mana.”

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, saya Widya Susanti. Saya adalah jamaah yang kemarin ikut diberangkatkan umroh di bulan Agustus tanggal 25 sampai dengan 2 September. Alhamdulillah berkah bertemu dengan orang-orang yang baik bertemu dengan travel yang Wih pokoknya malah bikin jadi ih kayaknya pengen balik lagi dan Kebetulan saya juga saat ini menjabat RW aktivitas saya banyak tapi saya tetap berusaha mensupport teman-teman saya untuk bisa ikut umroh terutama dengan travelbook dong tentunya.”

“Masya Allah Bunda. Bunda makasih banget nih berarti ini Bu RW loh pemirsa.”

“Bu RW juga guru PAUD. Saya juga kan punya paud dari tahun 2005 dan sempat dibangun juga oleh Jerman karena memang mereka tahu sosial saya disitulah percaya deh buat semuanya kalau kita melakukan sesuatu hal yang baik Insyaallah berkah di depannya Insyaallah ada hal-hal yang kita niatkan pasti terlaksana contohnya saya sampai saya bisa umroh padahal Wah berapa sih honor guru PAUD semangat ya buat semuanya.”

“Bener-bener, siap-siap kita semua sudah disemangati karena memang benar Bunda enggak ada yang mustahil bagi Allah percaya banget sih Bunda. Bunda Boleh share enggak nih sama kita-kita gitu ya karena kita sering berpikir nih bunda kalau misalnya ya kalau kita gaji sebagai guru tukang ojek atau yang lain yang lain kayaknya tuh hal yang mustahil bunda untuk bisa pergi umrohnya, iya enggak Bunda tapi atas izin Allah gitu. Nah Bunda Boleh enggak sharing awalnya bisa kenal travelbook di mana atas wasilah siapa.”

“Oke, kenal travel book itu oleh sahabat saya, sahabat saya namanya Mbak Lia. Itu Mbak Lia tinggal di Kelapa Gading. Beliau mendekati saya saat saya salat malam. Saya bingung karena saat itu benar-benar itu sempat menjadi ketidakpercayaan kami kan ke mana nih gitu dengan uang yang kita sudah perjuangkan dengan tabungan yang Wah pokoknya ini bener-bener harus ke sana nih. Apa tentang travel yang lagi jadi trending topik. Topik lah sehingga mengurangi rasa kepercayaan kita gitu mau ikut kemana nih yang sebenarnya.”

“Betul, karena bisa jadi udah bayar tapi nggak berangkat-berangkat gitu juga.”

“Enggak sempat berangkat enggak bisa berangkat tapi alhamdulillah berangkatnya melalui travelbook.”

“Memang kita tahu untuk pergi Umroh mungkin bagi sebagian orang bisa sekali seumur hidup aja udah alhamdulillah.”

“Bener apalagi udah nabung seumur-umur tapi enggak bisa berangkat tuh kayaknya ya Allah gitu ya apalagi sampai ketipu itu kayaknya dan kayak gimana rasanya tapi alhamdulillah Bunda di sini berangkat ya Bunda walaupun dengan penantian yang lama.”

“Karena saya termasuk jemaah yang lama.”

“Kenapa tuh Bunda bisa lama?”

“Waktu itu kami sudah manasik haji tinggal berangkat 3 hari lagi dan Masya Allah Kalau enggak salah dari Makkah atau Madinah ya kita akan bertemu nih kalau tidak ada halangan padahal saat itu sudah masuk covid 19. Nah jadi disaat kami akan diberangkatkan 3 hari menjelang keberatan keberangkatan ternyata lockdown. Ya Allah ya rahmatullahi wabarakatuh dan berserahlah semuanya diserahkan kembali intinya kami sudah niat atau kita sudah niat ke sana.

“Insya Allah pasti ada jalannya dan itulah tinggi-tingginya ya Bunda aku aja satu bulan kayaknya di rumah terus tuh ya Allah tapi banyak-banyak hal ya kalau kita punya niat baik walaupun keadaannya kita tertunda tapi banyak hal-hal yang kita bisa lihat di kehidupan sehari-hari kebaikan itu selalu ada.

“Contoh kecil nih Mbak saya kan mau umroh, itu salah satunya adalah mendoakan suami saya untuk menjadi imam yang lebih baik menjadi berperilaku yang benar-benar menjadi kebanggaan keluarga dan itu sudah terlihat sedikit demi sedikit gitu. Walaupun kami belum sampai, alhamdulillahnya itu kemudian jadi semakin intropeksi dirilah untuk kesiapan kita di sana seperti apa mempelajari mempersiapkan dirinya lebih panjang gitu ya terutama ibadah-ibadah kecil kan kita coba kita lakukan yang awalnya kita nggak sempat dikasih sama Allah suruh di rumah akhirnya kan ngejalani betul-betul.

“Masyaallah jadi pemirsa di rumah gitu ya para sahabat dan juga calon jamaah dari travelbook ini bukan karena travel pokoknya tipu-tipu ya bunda ya tapi karena Bunda lama berangkatnya karena lagi terkena covid pandemi ya lockdown-nya qadarullah-nya ya. Tapi gimana Bunda setelah penantian panjang gitu ya Bunda. Katanya ngumpul duit dari yang 100 201 juta atau berapa gitu ya untuk bisa pergi Umroh bersama Syekh Muhammad Jaber gitu ya? Gimana perasaan Bunda setelah ibaratnya sudah ini Allah sudah ujian nih Bunda udah ngumpulin duit, eh di Uji lagi?”

“Iya betul-betul sampai kesedihan Syekh meninggalkan ya Allahuakbar dibela-belain sekian tahun itu saya nungguin kan gitu dari bulan Februari 2018 sampai 2019 kan harusnya berangkat ya Allah karena memang jadwal Akbarnya memang dijatuhi betul-betul bukan di tahun 2018nya tapi bener-bener di 2019 bulan Maret saya ingat banget tanggal 8 Maret saat itu dan itu tidak jadi berangkat pas ditambah kesedihan dengan sempat nanti gimana ya kan. Rasanya Awalnya mau dengan beliau gitu ya kita kan niat enggak hanya karena beliaunya kebetulan aja kita karena bergabungnya di Travel ini di travelling menjadi nilai plus tersendiri. Tapi untuk membimbing Bunda kita bertemu dengan orang yang benar-benar bisa apa ya saya sampai nggak bisa ngomong apapun gitu karena nggak semua orang bisa seperti beliau kita semua merasakan kesedihannya tapi alhamdulillah kemarin berangkat Saya cukup kaget juga kayak orang dapat hadiah. Masya Allah jemaah lama akan segera diberangkatkan di bulan Agustus ini benar apa enggak karena sempat tuh saya komunikasi juga kan sama Ustad Bahari entar Bun belum Bun ini masih ada pembahasan ini ini gitu kok yang lain udah berangkat ini belum gitu. Kita kayaknya udah enggak sabar deh iya dah sabar ya Bun gitu. Pokoknya selalu kita saling Komunikasi itu enggak pernah putus. Jadi di situ juga ada kepercayaan sendiri bahwa kami jamaah enggak akan ditinggalkan begitu yang membuat saya semakin percaya semakin travelbook gitu.”

“Ya ya karena kesulitan-kesulitan tadi itu kita semua enggak pengin itu semua udah takdir Allah ya ibaratnya Ya Allah ya Rohman. Terus gimana perasaan Bunda ketika menerima ting gitu pesan itu masuk sampai akhirnya berangkat mulai naikkan.”

“Ada yang lucunya, ibu datang lagi ya nanti ini dapat koper terus koper yang kemarin gimana ya udah dipajang udah dijaga-jaga eh dapat double.”

“Berarti tandanya bunda harus pergi umrohnya dua kali.”

“Masya Allah benar-benar mengganti lah. Mengganti apa yang mungkin pastilah jamaah itu ada kecewanya tapi travelbook pintar gitu pintar untuk gimana nih supaya tetap semakin percaya dan semakin semangat kita kan butuhnya bukti.”

“Pastilah bunda kita pengennya memberikan yang terbaik untuk para jamaah. Kalau kemarin tidak jadi sama Syekh Ali Insya Allah sama Syaikh muhammad nya. Ya sudah nanti lagi bunda, nanti kita kan Februari sama Ustadz Abdul Somad Bunda.”

“Kalau yang kemarin itu ada sisi baiknya juga ya.”

“Apa tuh Bunda?”

“Ada kebaikan disaat manasik Kami mau minta foto sama beliau saja enggak berani sampai nyuri-nyuri itu selfie-selfie kemudian pada saat di bandara juga sama itu kan gimana semua orang berebut. Saya orang Jakarta tapi saya kok kayaknya mau minta fotonya malu gitu tapi saya cuma percaya dalam hati ini. Allah akan pasti Allah akan kasih kesempatan saya berfoto dia berfoto langsung dan itu benar pada saat kita sudah mau naik pesawat kok bisa-bisanya tuh Syekh itu lewat depan saya dengan tidak dikerubutin orang-orang yang udah dong saya foto nyantai dong Masya Allah dan itu adalah modal awal saya bahwa saya yakin pada saat saya nanti diberangkatkan pun saya harus berbuat baik dan itu nggak boleh diciptakan sebagai aku harus berbuat baik tapi ya itu harus alami memang kita baik gitu aja dibuat-buat gitu.”

“Bunda kan kalau misalnya apa namanya jamaah udah pada pergi nih Bunda biasanya membawa kisah-kisah hikmah Ketika pulang ke rumah atau ketika sampai di tanah air. Nah kisah-kisah Hikmah itu tuh biasanya banyak terjadinya di sana bunda di Mekah Ada enggak sih pengalaman yang Bunda itu mungkin enggak akan bisa lupa nih Ya Allah terima kasih nangis harunya atau apa sharing dong bunda biar kita tuh merasakan oh nikmatnya ke Baitullah atau seperti ini ya gitu.”

“Saya ingat-ingat dari bandara sudah niat dari awal mau umroh. Salat kita salat dulu nih ya sholat, sholat berjamaah karena pesawat jadi sore kan saat berjamaah sebelum berangkat saya pikir ini perjalanan 10 jam. Saya adalah orang yang gak pernah naik pesawat selama itu gitu dan Saya adalah orang yang naik pesawat itu hanya berapa ya dan nggak jauh lah. Bagaimana nih orang banyak dan sebagainya saya coba ke kamar mandi ternyata kamar mandi full dan apa yang terjadi? Ternyata saya saat itu pendarahan flek biar langsung ini saya mau jalan ini nih ini saya mau ibadah ini bagaimana sedangkan saya sebelumnya sudah antisipasi bidan segala macam untuk terkait sirkulasi haid saya. Dan memang Agustus itu adalah jadwal saya, saya sampai buyar akhirnya pokoknya bismillah tetap saya harus berangkat nggak boleh patah semangat jalan dan saya ingat pesan teman saya Bunda kalau sampai di sana tolong jangan lupa jangan lihat yang lain berdoa kita bersyukur mohon nikmat-nikmat ibadah nikmat makan nikmat tidur di sana diberikan sama apa sama Allah gitu dan saya ingat itu maka pas pesawat sampai di Madinah yang saya lakukan yaitu saya berdiri saya berdoa terima kasih saya mohon segala semuanya dilancarkan itu yang pertama saya lakukan dan itu sepanjang jalan dari turun pesawat menuju ke bis itu saya tahun ini bersyukur saya selalu zikir Saya memang orang yang untuk bahasa Arab kurang ya, tapi saya mencoba dengan bahasa Indonesia bahasa yang saya pahami tapi di situ rasa syukur saya Alhamdulillah saya bisa sampai sini yang nggak mungkin yang nggak mungkin saya sampai tidak percaya gitu dan itu terjadi pada saat di masjid Nabawiyah. Kalau nggak salah Nabawi ya di Madinah itu di situ ada kesedihan juga karena apa saya kan nyampe juga tidak bisa salat karena masih flek. Tapi sebelum itu udah kebaikan juga pada saat saya sampai di Madinah kita malam sampaikan kita disiapkan makanan ya kita makan lah kita kita nikmatin tapi ada hal yang saya cukup mau minta ampun juga sama oleh saat itu jadi turun dari pesawat itu kan saya naik bis padahal kakak saya sudah pesan, kakak saya itu kan udah Haji juga udah hati kamu dijaga jangan sampai keluar kata yang kayaknya nggak enak deh itu reflek saya bilang gini ini. Maaf nih saya juga minta maaf ya sama mutoyyib ya sebenarnya pendamping kita beliau kan namanya bekerja keras ya bantu kami jamaah kan berkeringat kan. Saya tuh sempet gini, kok keringatnya bau begini ya, kok kayanya baunya gaenak banget ya, kaya bau ini gitu. Dan itu benar-benar keluar saat saya menampakan di Madinah Saya makan apapun baunya sama Ya Allah ampuni saya Allah ampuni saya minta maaf saya enggak akan seperti ini lagi dan besoknya baru saya nikmat makan. Itu baru menjejakan kaki pertama tuh satu-satu itu pelajaran benar-benar pelajaran yang relevan di situ saya langsung saya tidak akan apapun itu baik dari hati atau mulut saya harus hati-hati selesai. Tapi cukup keren cukup keren mahasiswa yang itu cukup keren lah bisa membantu kami gitu. Nah itu yang pertama, nah di Madinah itu ada satu kejadian. Saya nggak bisa salat yang saya jelaskan itu kan orang-orang salat pahalanya ribuan kalau nggak salah ya. Maksudnya dapet apa gitu kan saya hanya bisa doa zikir di masjid di pelatarannya pula kan berkali-kali saya datang saya cuma minta Allah tolong kasih saya saya ingin beribadah jangan sampai di Madinah saya nggak ngerasain apa-apa kan gitu kan tiba-tiba saya lihat ada jemaah lain seorang ibu sama anak kecil itu kalau enggak salah waktunya zuhur tapi jangan salah Walaupun saya tidak bisa salat atau ibadah saya akhirnya menghibur diri dengan apa saya membuat video saya langsung waktu itu kayak ngevlog gitu tapi isinya doa-doa mengajak sahabat-sahabat saya untuk semangat bisa sampai ke sini gitu untuk menghibur diri saya. ibu-ibu saya panggil Bu sini Bu di sini di samping saya ada apa ya Mbak. Dia bilang saya kan nanti enggak Salat nanti kan banyak yang salat ibu takut enggak kebagian tempat Ibu di sini aja nanti tempat-tempat saya aja Kenapa Ibu kenapa Mbak nggak bisa salat karena saya ngefleks. Saya sedih sebenarnya ini udah hari kedua saya bilang di sini dan saya tidak bisa salat. Mbak sekarang Mbak ke apa ke dalam masjid atau kemana yang ada air zam-zamnya Mbak Ambil bawa air zam-zam itu pulang ke hotel basuh kepalanya terus baca doa ngajilah ibaratnya surat pendek yang yang bisa insya Allah nanti berhenti flek itu karena itu sudah dialami oleh adik saya. Pulang dari situ orang-orang salat zuhur lari ke masjid saya pulang dari ke masjid orang mungkin bingung ini kok jemaah biasanya semangat karena saya ingin melaksanakan itu dan benar saya lakukan itu. Masya Allah saya ingin ibadah di sini saya ingin seperti awal dimudahkan dilancaran dan malamnya memang tidak tidak ada flek lagi tapi kembali lagi kita tetap enggak boleh dengan nafsu ya wah ini udah nggak Nggak udah bisa salat nih terus saya buru-buru gitu langsung ke masjid, enggak saya tetap jaga badan saya. Oke subuhnya saya di Hotel aja yang penting stamina badan saya Fitrah untuk melakukan aktivitas dan alhamdulillah jadi saya bisa menjalani itu semua salat Alhamdulillah ya Allah.”

“Amazing banget ya bunda.”

“Ya allah tuh luar biasa mungkin ya pengumuman juga sih karena beberapa teman saya ceritanya juga kaget perlu dipahami juga nih buat semuanya. Ternyata kita kayak ke arrowdo itu nggak bisa jalan sendiri itu harus berkelompok betul dan itu baru kami tahu dan bener.”

Simak kelanjutan podcast Allah Kabulkan Semua Doa Ibu Ini Dasyatnya Perjalanan Umroh hanya di Channel YouTube Travelbook Internasional : <iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/oo8Z4zK59fs" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id